PROPOSAL METODE PENELITIAN
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN PRODUK DAN
PENINGKATAN MUTU PRODUK DENGAN
MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN KAIZEN
PADA
UMKM PRODUK KERUPUK MAWAR
![]() |
Oleh :
1.
Dosroha
Habeahan /
33414258
2.
Fernando
Tumangor /
34414183
3.
Michael
Olisa /
36414631
4.
Rizky
Pebriyansyah /
39414710
5.
Sahala
Topan Romora /
39414928
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2016
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI

ANALISIS
FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN PRODUK DAN PENINGKATAN MUTU PRODUK DENGAN MENGUNAKAN METODE
PEMROGRAMAN KAIZEN PADA UMKM KERUPUK MAWAR
PROPOSAL TUGAS METODE PENELITIAN
Sebagai
Salah Satu Syarat Penilaian Mata Kuliah Metode Penelitian Jurusan Teknik
Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma
Oleh:
Dosroha Habeahan (30414719),
Fernando Tumangor (32414696), Michael Olisa (35414208), Rizky Pebriyansyah
(36414602), Sahala Topan Romora (37414728)
Disetujui,
Bekasi, November 2016
Irwan Santoso
Dosen Pengajar Mata Kuliah
Metode Penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
- JUDUL
ANALISIS FAKTOR
PENYEBAB KERUSAKAN PADA PRODUK DAN
PENINGKATAN MUTU PRODUK
DENGAN MENGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN KAIZEN PADA UMKM KERUPUK MAWAR
- PERSONALIA
2.1 PELAKSANA : KELOMPOK 6
Dosroha
Habeahan (30414719), Fernando Tumangor (32414696), Michael Olisa (36414631),
Rizky Pebriyansyah (39414710), Sahala Topan Romora (39414928).
Mahasiswa
semester V pada Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Universitas Gunadarma
2.2 PEMBIMBING : Irwan Santoso
Dosen
Pengajar Mata Kuliah Metode Penelitian
III.
Permasalahan
Sekitar 95% dari
total unit usaha di dunia merupakan SMEs (Small and Medium Enterprises)
atau UMKM, yang menyediakan lapangan kerja bagi 60% dari total tenaga kerja,
dan memberikan kontribusi terhadap hampir 50% Gross Domestic Product (GDP).
UMKM hampir menguasai lebih dari 90% dari total unit usaha di sejumlah negara,
baik negara maju maupun negara berkembang.
Kondisi tersebut tidak jauh
berbeda dengan di Indonesia yang merupakan salah satu negara
berkembang. Peran UMKM di Indonesia sebagaimana halnya
di negara-negara lain, yaitu sebagai tulang punggung perekonomian nasional
Hal ini dikarenakan sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik
disektor tradisional maupun modern. UMKM yang sedang berkembang dipasaran adalah Kerupuk mawar. Kerupuk mawar merupakan salah
satu jenis kerupuk yang sangat cocok dimakan sebagai lauk pelengkap saat
memakan nasi. Selain rasanya yang enak dan gurih. Rasa kerupuk mawar ini
memiliki beberapa nama sebutan tersendiri seperti kerupuk uyel karena bentuknya
keriting. Ada juga yang menyebutnya kerupuk blek, karena biasa dijual didalam
wadah kaleng seng..
Pemilik dan pengembang
UMKM perlu mengetahui berapa banyak pengembalian produk krupuk mawar yang tidak habis setiap 1
kaleng selama penjualan yang mereka peroleh selama satu hari,
perbulan ataupun pertahunnya untuk mengetahui keuntungan yang didapat dalam penjualan,
Kerusakan produk krupuk
mawar terjadi karena adanya faktor-faktor dan penyebabnya.
Pemilik dan pengembang
UMKM perlu memperoleh data yang berkesinambungan dan valid yang berfungsi sebagai acuan seberapa banyak produk yang rusak tidak laku dan akhirnya
kembali ke UMKM. Faktor penyebab kerusakana di peroleh dari dari hasil penjualan
dan data pengembalian, sehingga
produksi tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan peluang usaha baru
sehingga bisa memasarkan kedaerah-daerah lainnya atau membuat cabang baru.
Perkembangan yang
semakin ketat dan pesat tersebut,
maka diperlukan adanya penelitian bagi mahasiswa untuk mengetahui dan menerapkan ilmu
yang didapat sebagai acuan untuk menganalisa secara langsung kelapangan. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam penelitian juga dapat membantu pemilik UMKM tersebut untuk memperoleh
keuntungan dan mengembangkan produk yang lebih baik lagi supaya dapat bersaing
di pasaran.
IV.
Rumusan Permasalahan
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
cara mengurangi kerusakan-kerusakan
pada produk sehingga mencapai keuntungan maksimum penjualan
produk dan meningkatkan mutu
pada UMKM kerupuk mawar
dengan menggunakan metode pemrograman kaizen.
V.
Pembatasan
Masalah
Penelitian dan
pengambilan data hanya di UMKM
kerupuk mawar yang berlokasi di JL Nurul Iman RT 06 RW 01 Kelurahan Jakasampurna Bekasi
Barat .
Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati dan menganalisa banyaknya
penjualan dan biaya proses produksi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – November 2016.
VI.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi banyaknya penjualan Kerupuk mawar selama satu bulan.
2. Mencari pengembangan yang harus dilakukan terhadap produk untuk meningkatkan konsumen.
3. Melakukan analisa terhadap
faktor penyebab kerusakan pada penjualan produksi
4. Mengetahui
kesimpulan yang diperoleh dari hasil penerapan metode pemrograman Kaizen.
VII.
Kegunaan
Penelitian
Kegunaan Penelitian secara umum
adalah sebagai berikut:
1. Untuk
menerapkan hasil studi dan perbandingan antara teori yang diterima dan
dipelajari dengan realitas lingkungan kerja bisnis.
2. Diharapkan
Laporan penelitian ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca yang ingin
mengetahui tentang keuntungan dan minimisasi biaya produksi.
3.
Sebagai bahan perbandingan dan
pertimbangan bagi UMKM kerupuk mawar.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
- TINJAUAN PUSTAKA
8.1
Pengertian
Kaizen
KAIZEN
berasal dari bahasa Jepang yang artinya ‘penyempurnaan’ atau ‘perbaikan’
berkesinambungan yang melibatkan semua orang, baik manajemen puncak, manajer
maupun seluruh karyawan, karena kaizen adalah tanggungjawab setiap
individu/orang. Strategi kaizen adalah konsep tunggal dalam Manajemen jepang
yang paling penting, sebagai kunci sukses Jepang dalam persaingan.
Kaizen
dibagi menjadi 3 segmen, tergantung kebutuhan masing-masing perusahaan, yaitu :
1.
Kaizen yang berorientasi pada Manajemen, memusatkan perhatiannya pada masalah
logistik dan strategis yang terpenting dan memberikan momentum untuk mengejar
kemajuan dan moral.
2.
Kaizen yang berorientasi pada Kelompok, dilaksanakan oleh gugus kendali mutu,
kelompok Jinshu Kansi/manajemen sukarela menggunakan alat statistik untuk
memecahkan masalah, menganalisa, melaksanakan dan menetapkan standar/prosedur
baru.
3.
Kaizen yang berorientasi pada Individu, dimanifestasikan dalam bentuk saran, di
mana seseorang harus bekerja lebih pintar bila tidak mau bekerja keras
8.2 Konsep dasar Kaizen menurut Masaki Imai
Konsep
dasar Kaizen menurut Masaaki Imai sebagai berikut:
- Sistem
Nilai Kaizen Sistem nilai pokok kaizen adalah perbaikan/penyempurnaan yang
berkesinambungan yang melibatkan setiap orang dalam organisasi.
Unsur-unsur. Kaizen sendiri terangkum dalam payung Kaizen, yang terdiri
atas:
1.
Fokus pada pelanggan
2.
Pengendalian kualitas terpadu (Total Quality Control)
3.
Robotik
4.
Gugus kendali kualitas
5.
Sistem saran
6.
Otomatisasi
7.
Disiplin di tempat kerja
8.
Pemeliharaan produktivitas terpadu (Total Productive Maintenance)
9.
Kanban
10.
Penyempurnaan kualitas
11.
Tepat waktu (just in time)
12.
Tanpa cacat (zero defect)
13.
Aktivitas kelompok kecil
14.
Hubungan kerjasama karyawan-manajemen
15.
Pengembangan produk baru
B. Peranan
Manajemen Puncak
Manajemen
puncak memegang peranan dan tanggungjawab untuk melakukan beberapa hal berikut
:
1.
Mengintroduksi kaizen sebagai strategi perusahaan
2.
Memberikan dukungan dan pengarahan untuk kaizen dengan mengalokasikan sumber daya
3.
Menetapkan kebijakan kaizen dan sasaran fungsional silang
4.
Merealisasikan sasaran kaizen melalui penyebarluasan kebijakan dan audit
5.
Membuat sistem, prosedur, dan struktur yang membantu kaizen
C.
Peranan Manajemen Madya dan Staf Keterlibatan dan tanggungjawab manajer madya
dan staf meliputi :
1. Menyebarluaskan dan mengimplementasikan sasaran kaizen
sesuai pengarahan manajemen puncak melalui penyebarluasan kebijakan dan
manajemen fungsional silang
2. Mempergunakan kaizen dalam kapabilitas fungsional 3.
Menetapkan, memelihara, dan meningkatkan standar 4. Mengusahakan agar karyawan
sadar kaizen melalui program latihan intensif
5. Membantu karyawan memperoleh ketrampilan dan alat
pemecah masalah
D. Peranan
Supervisor Supervisor bertanggungjawab dalam:
1.
Mempergunakan kaizen dalam peranan fungsional
2.
Memformulasikan rencana untuk kaizen dan memberikan bimbingan kepada karyawan
3.
Menyempurnakan komunikasi dengan karyawan dan mempertahankan moral tinggi
4.
Mendukung aktivitas kelompok kecil (seperti gugus mutu) dan sistem saran
individual
5.
Mengintroduksi disiplin di tempat kerja 6. Memberikan saran kaizen
E. Peranan
Karyawan
Setiap
karyawan memiliki tanggungjawab untuk:
1.
Melibatkan diri dalam kaizen melalui sistem saran dan aktivitas kelompok kecil
2.
Mempraktekkan disiplin di tempat kerja
3.
Melibatkan diri dalam pengembangan diri yang terus menerus supaya menjadi pemecah
masalah yang lebih baik
4.
Meningkatkan ketrampilan dan keahlian kinerja pekerjaan dengan pendidikan
silang
8.3
Alat-alat Implementasi Kaizen
Beberapa
di antaranya adalah sebagai berikut:
A. Kaizen
Checklist
Kaizen merupakan perbaikan
berkesinambungan atas orang, proses, prosedur, dan faktor-faktor lain yang
dapat mempengaruhi kualitas. Salah satu cara untuk mengidentifikasi masalah
yang dapat menggambarkan peluang bagi perbaikan adalah menggunakan suatu daftar
pemeriksaan (checklist) terhadap faktor-faktor yang besar kemungkinannya
membutuhkan perbaikan. Faktor-faktor tersebut terdiri atas :
o Personil (tenaga kerja)
o Teknik kerja
o Metode kerja
o Prosedur kerja
o Waktu
o Fasilitas
o Peralatan
o Sistem
o Perangkat lunak (software)
o Alat-alat
o Material
o Layout pabrik
o Volume produksi
o Persediaan
o Paradigma (cara berpikir)
B. Kaizen
Five-step Plam
Rencana
lima langkah ini merupakan pendekatan dalam implementasi kaizen yang digunakan
perusahaan-perusahaan Jepang. Lima langkah ini sering pula disebut gerakan 5S
yang merupakan inisial lima kata Jepang yang dimulai dari huruf S yaitu :
o
Seiri
o
Seiton
o
Seiso
o
Seiketsu
o
Shitsuke
Budaya
kaizen di sebuah perusahaan dapat tumbuh jika ditopang oleh kedua pilar
tersebut. Dan kedua pilar tersebut dibangun di atas pondasi dengan materi yaitu
masalah.
8.4 Konsep
Berpiki Kaizen
Beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut :
·
Masalah adalah kumpulan sesuatu yang
berharga dan orang bukan masalah. Yang benar, jadikan orang menjadi pemecah
masalah. Kalau tidak mengalami kesulitan, “ide perbaikan” tidak akan muncul.
·
Bila ada kesalahan segera perbaiki.
Pertanyakan cara kerja yang sekarang, lebih baik memikirkan cara untuk
melaksanakan perbaikan dari pada mencari alasan mengapa tidak bisa. Hindarkan
alasan-alasan/teori klasik.
·
Jangan mengandalkan uang untuk kaizen,
lebih baik melakukan kaizen pekerjaan dulu dari pada peralatan. Dan yang
terpenting, jangan menunggu sempurna, 50% OK, segera lakukan.
·
Lihat dengan mata kepala sendiri, cari
penyebab sesungguhnya dengan jujur dengan menanyakan 5 kali
mengapa-mengapa-mengapa-mengapa dan mengapa, sehingga akar permasalahan dapat
diketahui dengan baik.
·
Kaizen itu tidak terbatas, karena ruang
yang paling luas di dunia ini adalah ruang untuk membuat perbaikan. Dibanding
‘pengetahuan’ 1 orang masih lebih baik ‘ide’ 10 orang.
·
Dalam melakukan Kaizen, keselamatan dan
kualitas jangan dilupakan.
8.5 Point penting Dalam Proses Penerapan
Kaizen
Beberapa
di antaranya adalah sebagai berikut :
1.
Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam
istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan
mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan
sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan
Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.
2.
Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso,
Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton
berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya
tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin,
dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan
menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.
3.
Konsep PDCA dalam kaizen. Setiap
aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar
guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action)
harus dilakukan terus menerus.
4.
Konsep 5W + 1H. Salah satu alat pola
pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan kaizen adalah dengan teknik
bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H (What, Who, Why, Where, When dan How).
8.6 Perancangan Sistem Kerja
Perancangan
Sistem kerja dilakukan untuk mendapatkan suatu sistem kerja yang lebih baik
dari sistem kerja yang sudah ada atau memilih satu sistem kerja dari beberapa
cara-cara kerja yang baik, yang dibutuhkan dalam suatu sistem kerja.
Untuk dapat
merancang sistem kerja yang baik, seorang perancang harus dapat menguasai dan
mengendalikan faktor-faktor yang membentuk suatu sistem kerja. Secara kelompok
besarnya suatu sistem kerja terdiri dari pekerja, bahan, mesin dan peralatan
dan lingkungan.
Dalam
perancangan sistem kerja inilah, prinsip-prinsip ekonomi gerakan diperlukan,
karena disinilah dapat diperlihatkan seberapa besar pengaruh tata letak dan
lingkungan kerja, disamping pengaruh dari manusia itu sendiri, terhadap
keberhasilan dari suatu sistem kerja. Sedangkan studi gerakan merupakan
pengetahuan dasar untuk dapat menganalisa gerakan-gerakan yang diperlukan dalam
perancangan sistem kerja tersebut. Gerakan-gerakan yang dimaksud disini adalah
gerakan-gerakan kerja yang memberikan hasil kerja yang optimal sesuai dengan
lima patokan yang ada.
BAB
III
METODOLOGI
- METODOLOGI PENELITIAN
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|
![]() |
Gambar
1. Bagan Metodologi Penelitian
Penjelasan
Flowchart :
Metodologi
penelitian merupakan cara atau rancangan dalam proses penyusunan ilmiah atau
skripsi melalui beberapa tahapan secara sistematis. Secara garis besar, berikut
penjabaran prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian seperti pada metodologi
penelitian di atas:
1.
Studi
Pendahuluan
Studi
pendahuluan meliputi studi pustaka dan studi lapangan. Studi pendahuluan ini
mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan internet yang
berkaitan dengan metode pemrograman linear.
2.
Identifikasi
Masalah
Identifikasi masalah
dilakukan dengan penelitian dilapangan dengan mengambil data dari hasil
penjualan yang dilakukan oleh pemilik UMKM Kerupuk Mawar
3.
Pengumpulan
Data
Tahapan dalam pengumpulan data yang dilakukan pada usaha mikro Kerupuk Mawar adalah pengamatan lapangan
yang dilakukan secara langsung dengan pengumpulan data kualitatif
pada saat penjualan.
4.
Data
Sesuai
Melakukan pemilihan dan perhitungan terhadap data yang sudah terkumpul.
Apabila data sesuai maka dapat dilakukan ke tahap selanjutnya, tetapi apabila
data tidak sesuai maka dilakukan pengumpulan data kembali.
5.
Pengolahan
Data
Pengolahan data yang
dilakukan pada tahap ini yaitu menetapkan fungsi tujuan dan fungsi kendala.
Penetapan fungsi tujuan yaitu untuk mengarahkan
analisa untuk mendeteksi tujuan perumusan masalah dan fungsi kendala
yaitu mengetahui sumber daya yang tersedia dan permintaan atas sumber daya
tersebut.
6.
Analisis
Data yang sudah
dikumpulkan kemudian diolah di pengolahan data selanjutnya menganalisa untuk
melihat dari hasil pengolahan data tersebut.
7.
Kesimpulan
dan saran
Langkah terakhir
adalah menarik kesimpulan dari hasil yang sudah dilakukan pada langkah-langkah
diatas. Kesimpulan dapat dijadikan pedoman atas penulisan penelitian, kemudian
saran dapat dijadikan suatu usulan mengenai langkah yang harus dilakukan oleh
pemilik UMKM kedepannya.
BAHAN PENUNJANG
- TATA LAKSANA
10.1
Waktu
Kegiatan
penelitian akan dilakukan pada tanggal 1 November - 30 November 2016
10.2
Lokasi
Penelitian dilakukan
pada pemilik dan pengembang UMKM Kerupuk
Mawar yang berlokasi di Jl. Nurul Iman RT 06 RW 01 Kelurahan Jakasampurna
Bekasi Barat
- RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN
No
|
Kegiatan
|
![]() |
|||
Minggu
II
|
Minggu
III
|
Minggu
IV
|
Minggu
I
|
||
1.
|
Persiapan ke lapangan dan pengenalan kepada
pemilik UMK Kerupuk Mawar
|
X
|
|
|
|
2.
|
Mempelajari gambaran umum kegiatan penjualan
|
X
|
|
|
|
3.
|
Wawancara dan konsultasi dengan pihak terkait
|
X
|
X
|
X
|
X
|
4.
|
Identifikasi masalah banyaknya pengembalian produk
yang rusak dan peningkatan mutu produk.
|
X
|
|
|
|
5.
|
Melakukan pendalaman terhadap faktor-faktor
penyebab permasalahan yang dipilih
|
|
X
|
X
|
X
|
6
|
Mengumpulkan data-data yang diperlukan
|
|
X
|
X
|
X
|
7.
|
Menyelesaikan tugas (mencari solusi)
|
|
|
X
|
X
|